<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Aburaihan74's Weblog</title>
	<atom:link href="http://aburaihan74.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aburaihan74.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Feb 2009 15:16:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='aburaihan74.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Aburaihan74's Weblog</title>
		<link>http://aburaihan74.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://aburaihan74.wordpress.com/osd.xml" title="Aburaihan74&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://aburaihan74.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tahajjud tidak ada nerakanya</title>
		<link>http://aburaihan74.wordpress.com/2009/02/22/tahajjud-tidak-ada-nerakanya/</link>
		<comments>http://aburaihan74.wordpress.com/2009/02/22/tahajjud-tidak-ada-nerakanya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 13:46:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aburaihan74</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[khusyu']]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[tahajjud]]></category>
		<category><![CDATA[neraka]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburaihan74.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Shalat tahajjud merupakan shalat sunah yg utama setelah fardhu..seperti hadist, an abu hurairah RA, qala Rasulullah SAW : &#8216;afdashsholati ba&#8217;dal faridhoti sholatul lail&#8217;, (Hadist shahih riw Muslim). Saat itu Rasulullah sedang gelisah karena perang, turunlah surat Al Muzzammil, yaitu wahai orang-orang berselimut&#8230;.sejak saat itu Rasulullah tidak pernah meninggalkan shalat malam atau tahajjud&#8230;sekian lama baru turun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburaihan74.wordpress.com&amp;blog=5020303&amp;post=19&amp;subd=aburaihan74&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Shalat tahajjud merupakan shalat sunah yg utama setelah fardhu..seperti hadist, an abu hurairah RA, qala Rasulullah SAW : &#8216;afdashsholati ba&#8217;dal faridhoti sholatul lail&#8217;, (Hadist shahih riw Muslim). Saat itu Rasulullah sedang gelisah karena perang, turunlah surat Al Muzzammil, yaitu wahai orang-orang berselimut&#8230;.sejak saat itu Rasulullah tidak pernah meninggalkan shalat malam atau tahajjud&#8230;sekian lama baru turun ayat berikutnya yang menyatakan shalat tahajjud menjadi sunah&#8230;Banyak sekali fadhilah2 yang didapat dlm menjalankan shalat tahajjud&#8230; Walaupun dalam QS Al Isra, 79, dikatakan sebagai maqoman mahmudah yaitu maqom tertinggi atau mulia&#8230;tapi karena sunah, masih banyak orang yang jarang menjalankannya&#8230;karena motivasi tidak ada nerakanya. Kenapa? Karena  bila meninggalkan tidak berdosa, tidak takut harus masuk neraka, berbeda dengan shalat fardhu&#8230;mau tidak mau harus dikerjakan karena ada nerakanya&#8230; Seperti ilustrasi&#8230;Ayo ayo bangun&#8230;shalat tahajjud&#8230;teman yang bangun nanya, ada nerakanya nda? dijawab nda ada&#8230; ya sudah..tidur lagi ahh&#8230;</p>
<p>Itulah manusia, selalu diiming-imingi hadiah, pahala, surga, neraka, padahal semua itu bukan wilayah kekuasaan manusia&#8230;tapi berani-beraninya manusia mengavling&#8230;bayangkan apabila tidak ada surga atau neraka??? Masihkah manusia bersujud kepada Nya?? Itulah salah satu bentuk keikhlasan..yaitu melakukan perintah Nya tanpa pamrih&#8230;jd terserah Allah mau ngasih atau nda&#8230;Tapi Dia Yang Maha Tahu, Pengasih, pastilah ada perhitungannya&#8230; Jadi yg utama adalah pegang Allah nya, terserah&#8230;yang penting Allah&#8230;seperti manusia biala deket dengan seseorang pasti dkasih yang terbaik, Kolusi, Nepotisme atau KKN&#8230; Tapi didunia ini banyak ditentang&#8230;lebih baik KKN dengan Allah&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aburaihan74.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aburaihan74.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aburaihan74.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aburaihan74.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aburaihan74.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aburaihan74.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aburaihan74.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aburaihan74.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aburaihan74.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aburaihan74.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aburaihan74.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aburaihan74.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aburaihan74.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aburaihan74.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburaihan74.wordpress.com&amp;blog=5020303&amp;post=19&amp;subd=aburaihan74&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburaihan74.wordpress.com/2009/02/22/tahajjud-tidak-ada-nerakanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8c3fcba419b1733315cf2179628800a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aburaihan74</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shalat Secara Khusyuk Penyembuh Berbagai Penyakit</title>
		<link>http://aburaihan74.wordpress.com/2009/02/20/shalat-secara-khusyuk-penyembuh-berbagai-penyakit/</link>
		<comments>http://aburaihan74.wordpress.com/2009/02/20/shalat-secara-khusyuk-penyembuh-berbagai-penyakit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 00:28:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aburaihan74</dc:creator>
				<category><![CDATA[abu sangkan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[medis]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat khusyu']]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[republika]]></category>
		<category><![CDATA[ruku']]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburaihan74.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Shalat Secara Khusyuk Penyembuh Berbagai Penyakit Abu Raihan Al Banjari Republika Online : http://www.republika.co.id http://www.republika.co.id/cetak_berita.asp?id=306288&#38;kat_id=123&#38;ed… 1 of 2 11/09/2007 0:35 Minggu, 09 September 2007 Shalat Secara Khusyuk Penyembuh Berbagai Penyakit Bulan suci Ramadhan segera tiba. Selain diwajibkan berpuasa, di bulan penuh berkah dan ampunan ini, umat Islam juga dianjurkan untuk meningkatkan ibadah. Shalat misalnya, jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburaihan74.wordpress.com&amp;blog=5020303&amp;post=17&amp;subd=aburaihan74&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a title="Permanent Link to Shalat Secara Khusyuk Penyembuh Berbagai Penyakit" rel="bookmark" href="http://mralbanjari.blog.friendster.com/2008/12/shalat-secara-khusyuk-penyembuh-berbagai-penyakit/">Shalat Secara Khusyuk Penyembuh Berbagai Penyakit</a></h2>
<p>Abu Raihan Al Banjari</p>
<div class="entry">
<p><strong>Republika Online : http://www.republika.co.id http://www.republika.co.id/cetak_berita.asp?id=306288&amp;kat_id=123&amp;ed…<br />
1 of 2 11/09/2007 0:35</strong></p>
<p>Minggu, 09 September 2007<br />
<strong>Shalat Secara Khusyuk Penyembuh Berbagai Penyakit</strong></p>
<p><strong></strong><br />
Bulan suci Ramadhan segera tiba. Selain diwajibkan berpuasa, di bulan penuh berkah dan ampunan ini, umat Islam<br />
juga dianjurkan untuk meningkatkan ibadah. Shalat misalnya, jika biasanya hanya mengerjakan shalat wajib, coba<br />
lakukan juga shalat sunah. Kualitas shalat kita juga harus ditingkatkan. Caranya? Usahakan shalat secara khusyuk.<br />
Jika selama ini, Anda kerap shalat kurang khusyuk lantaran dikejar pekerjaan, kini rasakan ketika Anda melakukan<br />
ibadah ini secara khusyuk. Niscaya, Anda akan merasakan sesuatu yang berbeda. Anda akan merasa lebih dekat<br />
dengan Allah SWT. Patut pula Anda catat, shalat yang dikerjakan secara khusyuk juga bermanfaat untuk kesehatan.<br />
Seperti dijelaskan <strong>dr Abu Raihan Al Banjari MKes</strong>, staf pengajar pada Fakultas Kedokteran Universitas Lambung<br />
Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, shalat secara khusyuk yang membuat seseorang benar-benar pasrah<br />
kepada Allah, bisa menjadi terapi atau penyembuh, penawar bahkan obat bagi beberapa penyakit. Bagaimana hal itu<br />
bisa terjadi?<br />
Dijelaskan <strong>Abu Raihan</strong>, orang yang melakukan shalat dengan tenang dan rileks akan menumbuhkan energi tambahan<br />
dalam tubuhnya. Shalat berkualitas seperti ini juga mampu mengembalikan produksi endorphin di otak sehingga timbul<br />
rasa senang dan bahagia. Endorphin merupakan neurotransmiter (penghubung antara otak dengan seluruh jaringan<br />
syaraf dan pengendali seluruh fungsi tubuh) yang mirip opiat sehingga menimbulkan suatu euforia dan ketagihan. Nah,<br />
apabila seseorang mampu menikmati shalat karena bahagia bertemu Sang Pencipta, seperti seseorang yang bertemu<br />
kekasihnya, pastilah timbul perasaan bergetar, dada berdesir, serasa waktu berlalu dengan cepat, perasaan bahagia<br />
yang mendalam. ”Hal ini juga akan membangkitkan sistem kekebalan tubuh,”<br />
Shalat secara khusyuk juga akan menurunkan kadar kortisol dalam darah. Apa ini artinya? Kortisol banyak berpengaruh<br />
terhadap kadar gula darah, kolesterol, dan lain-lain. Kortisol yang tinggi berpotensi meningkatkan pembentukan gula di<br />
hati, menaikkan berat badan karena distribusi lemak yang abnormal, juga meningkatkan tekanan darah. ”Hal inilah<br />
salah satunya yang menjelaskan mengapa seseorang yang menderita diabetes mellitus (kencing manis) sering diikuti<br />
dengan kadar kolesterol tinggi, hipertensi, dan kegemukan,” ungkap dokter yang tengah menempuh pendidikan<br />
spesialis penyakit dalam di FK-UGM ini.<br />
Lebih lanjut <strong>Abu Raihan</strong> mengatakan, ketika seseorang melakukan shalat secara khusyuk maka hatinya terasa lapang,<br />
pikiran jernih, badan terasa enteng, dan tenang. Kondisi seperti ini, kata dia, mampu menyembuhkan penyakit-penyakit<br />
hati dan kejiwaan. ”Bagi seseorang yang mudah stres, jiwanya tidak tenang, depresi, serta pikiran selalu<br />
melayang-layang, maka shalat khusyuk akan mampu memperbaiki kondisi tersebut.”<br />
Bagi sebagian Muslim, shalat khusyuk dianggap sangat sulit, bahkan tidak mungkin (mustahil). Mereka beranggapan,<br />
shalat khusyuk hanya milik para nabi atau wali. Sejatinya, tidaklah demikian. ”Kita pun pasti bisa mencapai shalat<br />
khusyuk asal berusaha menimbulkan rasa sambung, mengosongkan pikiran, berpasrah diri, dan menyerahkan<br />
semuanya kepada Allah.”<br />
Hal senada juga dikatakan oleh Abu Sangkan, seorang ustaz asal Banyuwangi yang kerap memberi pelatihan shalat<br />
khusyuk. Ia juga dikenal sebagai penulis buku mengenai shalat khusyuk, salah satunya berjudul Pelatihan Shalat<br />
Khusyuk: Meditasi Tertinggi dalam Islam.<br />
Dalam buku tersebut dinyatakan bahwa shalat khusyuk tidaklah sulit, namun juga tidak mudah. Menurut Abu Sangkan,<br />
rasa khusyuk tidak dapat diciptakan. Hanya saja, kita dapat memasuki dan menerima rasa khusyuk tersebut. ”Kita<br />
hanya mendapatkan, bukan menciptakan rasa khusyuk itu. Karena, hanya Allah SWT saja yang memberikan khusyuk<br />
itu seperti juga rasa marah, benci, senang, dan lainnya, semua dari Allah,” tulis Abu Sangkan.<br />
Jadi, jika selama ini Anda merasa tidak yakin bisa menjalankan shalat secara khusyuk, kini saatnya untuk berupaya<br />
melakukannya. Jika telah berhasil melakukannya, bersiaplah untuk memetik manfaatnya.</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aburaihan74.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aburaihan74.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aburaihan74.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aburaihan74.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aburaihan74.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aburaihan74.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aburaihan74.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aburaihan74.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aburaihan74.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aburaihan74.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aburaihan74.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aburaihan74.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aburaihan74.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aburaihan74.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburaihan74.wordpress.com&amp;blog=5020303&amp;post=17&amp;subd=aburaihan74&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburaihan74.wordpress.com/2009/02/20/shalat-secara-khusyuk-penyembuh-berbagai-penyakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8c3fcba419b1733315cf2179628800a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aburaihan74</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>APAKAH SHALAT KHUSYU’ DAPAT SEBAGAI TERAPI</title>
		<link>http://aburaihan74.wordpress.com/2009/02/20/apakah-shalat-khusyu%e2%80%99-dapat-sebagai-terapi/</link>
		<comments>http://aburaihan74.wordpress.com/2009/02/20/apakah-shalat-khusyu%e2%80%99-dapat-sebagai-terapi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 00:25:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aburaihan74</dc:creator>
				<category><![CDATA[abu sangkan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[medis]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat khusyu']]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[kortisol]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>
		<category><![CDATA[shilatun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburaihan74.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[APAKAH SHALAT KHUSYU’ DAPAT SEBAGAI TERAPI KESEHATAN? Abu Raihan Al Banjari “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (Yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (QS. Al Baqarah, 2: 45-46) Firman Allah di atas menunjukkan janji [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburaihan74.wordpress.com&amp;blog=5020303&amp;post=15&amp;subd=aburaihan74&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<p style="text-align:left;"><strong>APAKAH SHALAT KHUSYU’ DAPAT SEBAGAI TERAPI<br />
KESEHATAN?</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong></strong><strong>Abu Raihan Al Banjari</strong></p>
<p style="text-align:left;">“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (Yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”.<br />
(QS. Al Baqarah, 2: 45-46)</p>
<p style="text-align:left;">Firman Allah di atas menunjukkan janji Allah bahwa sabar dan shalat menjadi penolong kita. Penolong dapat sebagai penyembuh, penawar atau obat bagi orang yang sakit. Tidak susah melakukannya bagi orang-orang yang khusyu’.<br />
Shalat bagi kaum muslim merupakan salah satu Rukun Islam yang kedua dan tiang agama yang dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Shalat merupakan suatu aktivitas jiwa (<em>soul</em>) yang termasuk dalam kajian ilmu psikologi transpersonal, karena shalat adalah proses perjalanan spiritual yang penuh makna yang dilakukan manusia untuk menemui Tuhan Semesta Alam (mi’raj nya kaum mukminun). Shalat dapat menjernihkan jiwa dan mengangkat pelaku shalat tersebut untuk mencapai taraf kesadaran yang lebih tinggi (<em>altered states of consciousness</em>) dan pengalaman puncak (<em>peak of experience</em>). Orang yang shalat dengan khusyu’ ingin ketemu Allah, ketemu yang paling dicintai. Bagi orang yang sangat mencintai seseorang, pasti tidak ingin berbuat yang tidak disenangi oleh orang yang dicintainya. Bagi orang yang sangat mencintai Allah, pastilah tidak ingin berbuat yang tidak disenangi Allah sehingga tercegah dari perbuatan keji dan mungkar.</p>
<p style="text-align:left;"><strong> Shilatun</strong><br />
Tatkala dekonsentrasi hadir, timbul rasa sambung (connecting, shilatun) pada diri orang yang tengah shalat menghadap Allah Aza wa Jalla. Benih-benih kekhusyu’an mulai menyelimuti orang yang sedang shalat, rasa sambung adalah semacam dialog seseorang dengan Tuhannya (shilatun). Rasa sambung seperti mengobrol dengan orang lain, maka kita akan betah berlama-lama mengobrol dengan seseorang. Apabila seseorang sudah timbul rasa sambungnya dengan Allah, maka batinnya terasa mengerti ‘bahasa’-Nya, kadang akan merasakan dingin dan tenang di hati serta seperti terbang dan kalbunya bergetar, kemudian air matanya tidak terasa mengalir.<br />
Shalat sebagai penyembuh orang yang melakukan shalat dengan tenang dan rileks akan menghasilkan energi tambahan dalam tubuhnya, mampu mengembalikan produksi endorphin di otak yang menimbulkan rasa senang, bahagia serta juga mampu menurunkan kadar kortisol dalam darah. Endorphin  merupakan neurotransmiter yang mirip opiat sehinggi menimbulkan suatu euforia dan ketagihan. Hal ini juga membangkitkan sistem imun, meningkatkan dan mengaktifkan makrofag, sel NK (Natural Killer) dan sel-sel lain yang bertanggung jawab terhadap sistem kekebalan tubuh seperti lekosit dan limfosit. Kortisol banyak berpengaruh terhadap kadar gula darah, kolesterol, dan lain-lain. Kortisol yang tinggi dapat meningkatkan pembentukan gula (glukoneogenesis) di hati, meningkatkan lipolisis di jaringan adiposa, kenaikan berat badan karena distribusi lemak abnormal. Kortisol juga meningkatkan curah jantung dan tonus pembuluh darah perifer karena efek vasokonstriktor meningkat (selain akibat katekolamin) serta meningkatkan ekspresi resptor adrenergik, sehingga terjadi kenaikan tekanan darah (ikut bertanggung jawab terhadap penyakit hipertensi). Hal ini salah satu yang menjelaskan kenapa seseorang apabila menderita kencing manis (Diabetes Melitus) sering diikuti dengan kadar kolesterol tinggi, hipertensi dan kegemukan (Sindroma Metabolik).<br />
Gerakan-gerakan shalat mempunyai makna bagi kepentingan kita sendiri. Allah sangat sayang kepada kita sehingga dalam perintah-Nya shalat juga demi untuk kepentingan kita terutama kesehatan, karena gerakan-gerakan shalat mengandung makna menyehatkan. Seperti gerakan ruku’ sangat berpengaruh terhadap kesehatan bagian tulang belakang seperti punggung dan pinggang. Dalam keseharian kadang kita tidak menyadari posisi tidak baik untuk tulang punggung sehingga kadang terjadi kelainan yang berakibat nyeri pinggang. Beberapa kasus yang sering adalah HNP (hernia nucleus pulposus) yaitu serabut saraf kejepit, seperti pada kasus seorang peserta pelatihan shalat khusyu’ di Solo, yang menderita HNP sampai tidak bisa berjalan. Karena pada saat ruku’, posisi tulang belakang menjadi teregang sehingga melancarkan aliran di daerah tersebut.<br />
“Apabila kamu ruku’ letakkanlah kedua telapak tanganmu pada lututme, kemudian renggangkanlah jari-jarimu, lalu diamlah, sehingga setiap anggota badan (ruas tulang belakang) kembali pada tempatnya”.<br />
(HR Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)</p>
<p style="text-align:left;">Sujud merupakan bukti bahwa kita menyembah Allah dengan serendah-rendahnya. Pada posisi ini aliran darah ke otak terjadi lebih besar karena gaya gravitasi sehingga akan memperkuat pembuluh darah otak dan Insya Allah mampu mencegah mudah pecahnya pembuluh darah di otak (yang sering terjadi pada stroke). Yoga (jungkir balik kepala di bawah) bertujuan sama, dalam shalat tidak perlu jungkir balik karena sudah dengan sujud. Allah akan memberikan petunjuk bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan langsung diberikan Allah masuk ke dalam dada orang tersebut sehingga akan merasakan dadanya lapang tak terhingga. Tapi orang yang dikehendaki Allah kesesatan akan menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seperti firman Allah:<br />
“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan Barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orangorang yang tidak beriman”.<br />
(QS. Al An’am, 6: 125)</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Shalat Khusyu&#8217; pasti Sehat</strong><br />
Pada saat shalat yang khusyu’ kita juga merasakan dada yang lapang, pikiran jernih, badan terasa enteng dan tenang. Kondisi ini juga mampu menyembuhkan penyakit-penyakit hati dan pikiran serta kejiwaan. Bagi seseorang yang mudah stres, jiwanya tidak tenang (depresi), serta pikiran selalu melayang-layang, dengan shalat khusyu’ yang berserah diri kepada Allah mampu memperbaiki kondisi ini. Seperti juga penelitian Abu Raihan Al Banjari dengan bimbingan Prof. Asdie (Guru Besar Ahli Endokrin FK UGM Yogyakarta), ternyata Latihan Pasrah Diri yaitu zikir dan olah nafas selama 21 hari mampu memperbaiki kondisi gejala depresi dan mencapai zona relaksasi pada pasien DM (kencing manis) dengan gejala depresi.<br />
Menurut <em>the National Institute of Health</em> (NIH), relaksasi merupakan bagian <em>Complementary and Alternative Medicine</em> (CAM), termasuk bidang mind and body intervention. Terapi relaksasi menggunakan keterpaduan dan hubungan (interconnectedness) tubuh dan jiwa (mind and body) untuk perbaikan kesehatan menurut Steyer (2001). Isu ini berkembang sebagai kebutuhan mendesak memadukan sains sosial dan perilaku (social and behavioral sciences) ke dalam kurikulum pendidikan dokter.<br />
Respon yang diharapkan pada terapi relaksasi ada 2 yaitu respon relaksasi dan sinyal molekul. Respon relaksasi atau relaxation response (RR) adalah respon fisiologis alami (innate physiological response ) dan merupakan lawan dari respon stres. Respons relaksasi dan cara membangkitkan pertama kali diteliti oleh Herbert Benson 30 tahun yang lalu. Respons relaksasi berperan menurunkan metabolisme bahan berbahaya bagi otak (stres oksidatif), denyut jantung, tekanan darah, frekuensi nafas dan pertahankan neurogenesis yang terganggu akibat stres serta aktifitas ansiolitik. Kondisi RR dapat dibangkitkan secara sadar melalui beberapa tehnik seperti repetitive imagination or verbalization of word, berdoa (prayer), progressive music relaxation, meditation dan metode lain. Respon relaksasi ini merupakan mekanisme respon protektif terhadap otak. Suatu <em>functional magnetic resonance imaging</em> (fMRI) dapat mengetahui kondisi area RR di otak seperti Amygdala, hyppocampal formation dan anterior cingulated.<br />
Molekul-molekul seperti nitric oxide, endocannabinoids, endorphin atau enkephalin berperan pada respon plasebo, fasilitasi efek positif CAM, perasaan nyaman dan relaksasi serta mempunyai kapasitasi antagonis terhadap stres, yang merupakan mekanisme obyektif dan subyektif beberapa pendekatan terapi komplemen.<br />
<em> Endogeneous morphinergic signaling</em> (<em>endogeneous morphine</em>) berdasar konfirmasi gas chromatography dan mass spectrometry terdapat pada area limbik seperti hippocampal formation dan cortex cingulate. Molekul ini berperan pada proses memori, motivasi afektif dan respon otonom. Tapi kondisi di atas hanya merupakan kondisi relaksasi yaitu masih seputar otak.<br />
Berbeda dengan shalat khusyu’ yang lebih tinggi lagi. Spirituil bukan hanya di otak tapi dalam lagi, tidak bisa terukur melalui kemampuan manusia. Karena apabila dapat diukur akan timbul kerancuan seperti yang dilakukan Michael Behsinger adanya Gods Spot (titik Tuhan) di lobus temporalis otak. Apakah hanya dengan gelombang atau getaran tertentu orang menjadi berspirituil? Atau keikhlasan dapat terukur melalui gelombang alfa di otak?<br />
Orang yang berspirituil atau ikhlas tidak identik dengan kondisi relaksasi tapi orang yang berspirituil mampu tubuhnya menjadi relaksasi. Sebagai contoh Rasulullah merupakan orang yang paling ikhlas dan berspirituil, apakah pada saat berperang jihad juga gelombang otaknya dalam kondisi relaksasi atau alfa? Ini perlu menjadi pemikiran kita. Setidaknya kondisi minimal yang dicapai dalam shalat khusyu’ salah satunya relaksasi yang berhubungan dengan pengaruhnya pada otak dan sistem tubuh terhadap kesehatan.<br />
Kepasrahan dalam shalat dalam shalat kita berusaha untuk melepaskan tubuh kita dengan kesadaran tertinggi kita, memasrahkan semuanya. Kita harus menihilkan apa yang kita miliki : Zero mind (nol pikiran)! Bahwa kita tidak punya apa-apa, kita ingin mengembalikan semuanya kepada Allah SWT. Seseorang yang shalat dengan dekonsentrasi biasanya memasrahkan gerakan tubuhnya. Ketika melakukan berdiri, ruku’, sujud dan lain-lainnya, tubuh tidak tegang dan mengendurkan otot-ototnya.<br />
Shalat khusyu’ seperti yang dilatih oleh Ustadz Abu Sangkan, yang benar-benar pasrah kepada Allah, pastilah mampu sebagai terapi atau penyembuh, penawar bahkan obat bagi beberapa penyakit. Terutama karena semua datangnya dari Allah dan kembali kepada Allah. Tidak ada yang mustahil bagi Allah apabila menghendaki sesuatu, pastilah terjadi untuk menyembuhkan suatu penyakit. Semoga tulisan ini bermanfaat dan diridhai Allah<br />
SWT. Baraqallahu wa minkum.</p>
<p><strong>Abu Raihan Al Banjari</strong><br />
(dr. Abu Raihan Al Banjari, MKes, SpPD)<br />
(Dosen Fakultas Kedokteran UNLAM)</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aburaihan74.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aburaihan74.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aburaihan74.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aburaihan74.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aburaihan74.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aburaihan74.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aburaihan74.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aburaihan74.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aburaihan74.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aburaihan74.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aburaihan74.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aburaihan74.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aburaihan74.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aburaihan74.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburaihan74.wordpress.com&amp;blog=5020303&amp;post=15&amp;subd=aburaihan74&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburaihan74.wordpress.com/2009/02/20/apakah-shalat-khusyu%e2%80%99-dapat-sebagai-terapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8c3fcba419b1733315cf2179628800a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aburaihan74</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shalat Khusyu&#8217; Mudah atau Sulit?</title>
		<link>http://aburaihan74.wordpress.com/2009/02/20/shalat-khusyu-mudah-atau-sulit/</link>
		<comments>http://aburaihan74.wordpress.com/2009/02/20/shalat-khusyu-mudah-atau-sulit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 00:14:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aburaihan74</dc:creator>
				<category><![CDATA[abu sangkan]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat khusyu']]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat center]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburaihan74.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[SHALAT KHUSYU’, MUDAH ATAU SULIT? “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (Yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (QS. Al Baqarah, 2: 45-46) Shalat bagi kaum muslim merupakan salah satu Rukun Islam yang kedua dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburaihan74.wordpress.com&amp;blog=5020303&amp;post=13&amp;subd=aburaihan74&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:14pt;">SHALAT KHUSYU’, MUDAH ATAU SULIT?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" dir="rtl">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><span>“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (Yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><span>(QS. Al Baqarah, 2: 45-46)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Shalat bagi kaum muslim merupakan salah satu Rukun Islam yang kedua dan tiang agama yang dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Shalat merupakan suatu aktivitas jiwa (soul) yang termasuk dalam kajian ilmu psikologi transpersonal, karena shalat adalah proses perjalanan spiritual yang penuh makna yang dilakukan manusia untuk menemui Tuhan Semesta Alam. Shalat dapat menjernihkan jiwa dan mengangkat pelaku shalat tersebut untuk mencapai taraf kesadaran yang lebih tinggi (<em>altered states of consciousness</em>) dan pengalaman puncak (<em>peak experience</em>). Perintah shalat sangat banyak di dalam Al Qur’an tapi tidak ada penjelasan yang mendalam dan mendetail untuk tatacara melaksanakannya. Tatacara shalat adalah yang sesuai mengikuti sunah Rasullullah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-family:HQPB5;"><span>(</span></span><span style="font-family:HQPB1;"><span>#</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>q</span></span><span style="font-family:HQPB4;"><span>ß</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>J</span></span><span style="font-family:HQPB4;"><span>Ï</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>%</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>r</span></span><span style="font-family:HQPB1;"><span>&amp;</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>u</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>r</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>n</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>o</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>4</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>q</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>n</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>=</span></span><span style="font-family:HQPB4;"><span>¢</span></span><span style="font-family:HQPB1;"><span>Á</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>9</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>$</span></span><span style="font-family:HQPB1;"><span>#</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>(</span></span><span style="font-family:HQPB1;"><span>#</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>q</span></span><span style="font-family:HQPB4;"><span>è</span></span><span style="font-family:HQPB1;"><span>?</span></span><span style="font-family:HQPB1;"><span>#</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>u</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>ä</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>u</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>r</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>n</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>o</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>4</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>q</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>x</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>.</span></span><span style="font-family:HQPB4;"><span>¨</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>9</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>$</span></span><span style="font-family:HQPB1;"><span>#</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>(</span></span><span style="font-family:HQPB1;"><span>#</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>q</span></span><span style="font-family:HQPB4;"><span>ã</span></span><span style="font-family:HQPB1;"><span>è</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>x</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>.</span></span><span style="font-family:HQPB4;"><span>ö</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>$</span></span><span style="font-family:HQPB1;"><span>#</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>u</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>r</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>y</span></span><span style="font-family:HQPB1;"><span>ì</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>t</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>B</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>t</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>û</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>ü</span></span><span style="font-family:HQPB4;"><span>Ï</span></span><span style="font-family:HQPB1;"><span>è</span></span><span style="font-family:HQPB4;"><span>Ï</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>.</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>º</span></span><span style="font-family:HQPB4;"><span>§</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>9</span></span><span style="font-family:HQPB5;"><span>$</span></span><span style="font-family:HQPB1;"><span>#</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>Ç</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>Í</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>Ì</span></span><span style="font-family:HQPB2;"><span>È</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><span>“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><span>(QS. AL Baqarah, 2: 43)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><span> Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><span>(QS. Al Ankabut, 29: 45)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Shalat khusyu’ dianggap susah bagi sebagian muslim atau bahkan tidak mungkin (mustahil). Mereka beranggapan shalat khusyu’ itu hanya milik para nabi atau wali. Apabila melihat firman Allah di atas Al Baqarah, 2: 45-46, tidak ada yang tidak mungkin bahwa kita semua bisa melakukan shalat khusyu’. Artinya shalat khusyu’ tidaklah sulit tapi juga tidak mudah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rasa khusyu’ tidak dapat diciptakan tapi kita dapat memasuki dan menerima rasa khusyu’ tersebut. Kita hanya mendapatkan, bukan menciptakan rasa khusyu’ itu. Rasa hampir sama dengan rasa yang kita alami seperti kasmaran terhadap sesorang kekasih, kita tidak pernah menciptakan rasa cinta, tapi hanya menerima keadaan cinta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selama ini mungkin untuk mencapai khusyu’ sering menggunakan konsentrasi seperti terhadap bacaan-bacaan dalam shalat dengan mengartikannya atau berkonsentrasi pada satu obyek atau titik (misalnya gambar ka’bah, sajadah). Ketika seorang muslim ingin khusyu’, memfokuskan pikiran pada bacaan-bacaan shalat sejak <em>takbiratul ihram</em> hingga duduk <em>tasyahud</em>, tetap saja mengeluhkan susah untuk khusyu’ walaupun sudah konsentrasi. Sering di tengah-tengah shalat, pikiran dan hati mereka kembali melayang memikirkan perkara-perkara yang masih menjadi beban. Sehingga shalat hanya akan menjadi beban dan capek seperti hadits Nabi yang berbunyi, “berapa banyak orang yang shalat namun hanya mendapatkan rasa capek dan lelah”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jadi prinsipnya bukan konsentrasi tapi justru dekonsentrasi yang bermakna berserah diri (tawakal). Seperti firman Allah yang berbunyi:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><span>“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><span>(QS. Al Anfaal, 8: 2)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam shalat rasa capek atau persoalan tersebut akan terselesaikan bila rumusan dekonsentrasi (pasrah diri) diterapkan. Artinya seseoranng itu harus terlebih dahulu menghadirkan kesadaran “aku” di dalam dirinya. Kesadaran “aku” ini bukan hati atau pikiran tapi di atas keduanya yang disebut kesadaran tertinggi. Kesadaran yang tetap, tenang dan tidak berubah, yang dibangkitkan ketika berdekonsentrasi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam shalat kita berusaha untuk melepaskan tubuh kita dengan kesadaran tertinggi kita, memasrahkan semuanya. Kita harus menihilkan apa yang kita miliki : <em>Zero mind</em> (nol pikiran)! Bahwa kita tidak punya apa-apa, kita ingin mengembalikan semuanya kepada Allah SWT. Seorang muslim yang shalat dengan dekonsentrasi ini juga biasanya memasrahkan gerakan tubuhnya. Ketika melakukan berdiri, ruku’, sujud dan lain-lainnya, tubuh tidak tegang dan mengendurkan otot-ototnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><span>“Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat aku”.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><span>(QS. At Thaha, 20: 14)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Berdiri pasrah itu berbeda dengan berdiri tegang. Kondisi pasrah, darah akan mengalir dengan lancarnya, sedangkan kondisi tegang membuat darah tidak mengalir lancara atau tersumbat. Shalat merupakan meditasi tertinggi dalam Islam. Karena kondisi shalat yang pasrah dan tidak tegang ini, maka memiliki kemampuan untuk mengurangi kecemasan. Terdapat lima unsur di dalam shalat yaitu :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><span>-</span>Meditasi atau doa yang teratur, minimal lima kali sehari</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><span>-</span>Relaksasi melalui gerakan-gerakan shalat</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><span>-</span>Hetero atau auto sugesti dalam bacaan shalat</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><span>-</span><em>Group therapy</em> dalam shalat berjama’ah atau bahkan dalam shalat sendirian pun minimal ada “aku” dan Allah</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><span>-</span><em>Hydro therapy</em> dalam mandi junub atau wudhu’ sebelum shalat</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam bahasa agama dekonsentrasi disebut juga dengan ikhlas. Pada saat tersebut, shalat berfungsi sebagai proses relaksasi, proses dimana anggota tubuh dikendurkan, hingga timbul sensasi-sensasi ketenangan, sehingga suasana ini membuat sejumlah ilham (insight) dan berbagai solusi persoalan yang menerpa orang yang shalat hingga tidak perlu capek-capek lagi memikirkan jalan keluar masalah yang tengah dihadapinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tatkala dekonsentrasi hadir, timbul rasa sambung (<em>connecting, shilatun</em>) pada diri orang yang tengah shalat menghadap Allah <em>aza wajalla</em>. Benih-benih kekhusyu’an mulai menyelimuti orang yang tengah shalat, rasa sambung adalah semacam dialog seseorang dengan Tuhannya (<em>shilatun</em>). Rasa sambung seperti kita sedang mengobrol dengan orang lain, maka kita akan betah berlama-lama mengobrol dengan seseorang. Apabila seseorang sudah timbul rasa sambungnya dengan Allah, maka batinnya terasa mengerti ‘bahasa’-Nya. Pada umumnya ketika rasa sambung ini telah hadir dalam shalat seseorang, maka ia akan merasakan dingin dan tenang di hati. Dirinya seperti terbang dan kalbunya bergetar, kemudian air matanya tidak terasa mengalir.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sensasi-sensasi dalam suasana rasa sambung inilah yang membuat shalat seseorang bisa berjam-jam, karena membuat orang ketagihan. Sehingga hal ini kenapa Rasulullah SAW ketika shalat mampu ruku’ atau sujud dalam waktu lama sekali, sampai beberapa sahabat mengira Rasulullah lupa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Orang yang melakukan shalat dengan tenang dan rileks akan menghasilkan energi tambahan dalam tubuhnya, mampu mengembalikan produksi endorphin di otak yang menimbulkan rasa senang, bahagia serta juga mampu menurunkan kadar kortisol dalam darah. Kadar kortisol ini banyak berpengaruh terhadap kadar gula darah, kolesterol, dan lain-lain. Seperti hasil penelitian Sholeh terhadap pelaku shalat tahajud, ternyata mampu menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan sistem pertahanan tubuh.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jadi semua orang mampu melakukan shalat khusyu’. Shalat khusyu’ bukan hanya milik para nabi atau wali, kita pun pasti bisa mencapai, asal berusaha menimbulkan rasa sambung (shilatun), kosongkan pikiran, dekonsentrasi, pasrah total tidak memiliki apa-apa, menyerahkan semua kepada Allah. Seperti dalam doa iftitah yang diambil dari firman Allah: “…inna shalatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillahi robbil’aalamiin…”, artinya “…sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah, Tuhan seru sekalian alam…”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><span>“Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><span>(QS. Al Ana’am, 6: 162)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><span>“Sesungguhnya kamu (Muhammad) tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi (pamanmu), tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><span>(QS. Al Qashash, 28: 56)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa Allah akan memberikan petunjuk bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Petunjuk itu akan langsung diberikan Allah masuk ke dalam dada orang tersebut sehingga orang tersebut akan merasakan dadanya lapang tak terhingga. Tapi orang yang dikehendaki Allah kesesatan akan menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seperti firman Allah:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><span>“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan Barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman”.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><span>(QS. Al An’am, 6: 125)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Marilah kita mencoba untuk melakukan shalat dengan khusyu’ dan berusaha shialtun dengan Allah, karena tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah. Baraqallah wa minkum.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;">Sumber:</span></strong><span style="font-size:11pt;"> buku “Pelatihan Shalat Khusyu’: sebagai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">meditasi tertinggi dalam Islam”, <em>Abu Sangkan</em> (2004)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;">Disusun:</span></strong><span style="font-size:11pt;"> Abu Raihan Al Banjari<br />
</span></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aburaihan74.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aburaihan74.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aburaihan74.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aburaihan74.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aburaihan74.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aburaihan74.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aburaihan74.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aburaihan74.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aburaihan74.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aburaihan74.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aburaihan74.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aburaihan74.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aburaihan74.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aburaihan74.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburaihan74.wordpress.com&amp;blog=5020303&amp;post=13&amp;subd=aburaihan74&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburaihan74.wordpress.com/2009/02/20/shalat-khusyu-mudah-atau-sulit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8c3fcba419b1733315cf2179628800a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aburaihan74</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dimanakah Allah?</title>
		<link>http://aburaihan74.wordpress.com/2009/02/20/dimanakah-allah/</link>
		<comments>http://aburaihan74.wordpress.com/2009/02/20/dimanakah-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 00:08:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aburaihan74</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[abu sangkan]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat khusyu']]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburaihan74.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[DI MANAKAH ALLAH? ABU RAIHAN AL BANJARI Pertanyaan tentang keberadaan dan di mana Allah sering kali mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan. Padahal hal tersebut merupakan pertanyaan fitrah seluruh manusia, Allah Maha Tahu sehingga memberikan jawaban atas pertanyaan hamba-hamba-Nya melalui Rasulullah. Firman Allah dalam Al Qur’an me-nunjukkan Allah berada “sangat dekat” sebagaimana surat Al Baqarah, 2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburaihan74.wordpress.com&amp;blog=5020303&amp;post=11&amp;subd=aburaihan74&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div class="Section1">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong>DI MANAKAH ALLAH?</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong> ABU RAIHAN AL BANJARI</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Pertanyaan tentang keberadaan dan di mana Allah sering kali mendapatkan</span><span style="font-size:10pt;"> jawaban yang tidak memuaskan. Padahal hal tersebut merupakan pertanyaan fitrah seluruh manusia, Allah Maha Tahu sehingga memberikan jawaban atas pertanyaan hamba-hamba-Nya melalui Rasulullah. Firman Allah dalam Al Qur’an me-nunjukkan Allah berada “sangat dekat” sebagaimana surat Al Baqarah, 2 ayat 186, dan Al Qaaf, 50 ayat 16:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;">“<em>Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (QS. Al Baqarah, 2: 186)</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" dir="rtl">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;">“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya”. (QS. Al Qaaf, 50: 16)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Ayat-ayat tersebut mengungkapkan keberadaan Allah sebagai “wujud” yang sangat dekat, dan kita diajak untuk memahami pernyataan tersebut secara utuh. Al Qur’an mengungkapkan jawaban secara dimensional dan dilihat dari perspektif seluruh sisi pandangan manusia seutuhnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Sangat jelas bahwa Allah menyebut dirinya “Aku” berada meliputi segala sesuatu di surat Al Fushshilaat, 41 ayat 54, yang dilanjutkan surat Al Baqarah, 2 ayat 115 “… <em>di mana saja engkau menghadap, di situ wajah-Ku (wujud-Ku) berada</em>!”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;">“Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keragu-raguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu”. (QS. Al Fushshilaat, 41: 54)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;">“Dan kepunyaan Allah lah timur dan barat, maka kemana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al Baqarah, 2: 115</span></em><em><span style="font-size:10pt;">)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Allah tidak bisa ditasybihkan (diserupakan) dengan makhluk-Nya, sehingga masyarakat awam tidak boleh mentasybihkan wujud Allah dengan apa yang terlintas di dalam pikirannya ataupun perasaannya. Sehingga Allah sebagai wujud sejati ditafsirkan dengan sifat-sifat-Nya yang meliputi segala sesuatu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Kalau Allah ditafsirkan dengan sifat-sifat-Nya yang meliputi segala sesuatu, akan timbul pertanyaan, kepada apa-Nya kita menyembah? Apakah kepada ilmu-Nya, kepada kekuasaan-Nya atau kepada wujud-Nya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Apabila dijawab kepada kekuasaan-Nya atau kepada ilmu-Nya, maka bertentangan dengan firman Allah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;">“Sesungguhnya Aku ini Allah, tidak ada Tuhan kecuali Aku, maka sembahlah Aku”. (QS. At Thoha, 20: 14)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Ayat tersebut menyebutkan kalimat <em>“…sembahlah Aku”,</em> yang menunjukkan bahwa manusia diperintahkan menghadapkan wajahnya kepada wajah zat yang maha mutlak. Kita akan bersimpuh di hadapan sosoknya yang sangat dekat, seperti tercantum dalam firman Allah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;">“Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang men-ciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan”. (QS. Al An’am, 6: 79)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Kenyataan bahwa Tuhan tidak bisa dikenal dan diketahui, berasal dari penegasan dasar tauhid <em>laa ilaha illallah</em> atau <em>laisa ka mistlihi syai’un</em> (tidak sama dengan sesuatu). Karena Tuhan secara mutlak dan tak terbatas benar-benar zat yang Maha Tinggi, sementara kosmos berikut segala isinya hanya secara relatif bersifat hakiki, maka realitas Ilahi berada jauh di luar pemahaman realitas makhluk, zat yang Maha Mutlak dan tidak bisa dijangkau oleh yang relatif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Ungkapan tentang Tuhan, juga disebut sebagai dalil pertama yang menyinggung hubungan antara zat, sifat dan perbuatan (<em>af’al</em>) Allah. Diterangkan bahwa zat meliputi sifat, sifat menyertai nama, nama menandai af’al. Hubungan-hubungan ini bisa diumpamakan seperti madu dengan rasa manisnya, pasti tidak dapat dipisahkan. Sifat menyertai nama, ibarat matahari dengan sinarnya, pasti tidak bisa dipisahkan. Nama menandai perbuatan, seumpama cermin, orang yang becermin dengan bayangannya, pasti segala tingkah laku yang becermin akan diikuti oleh bayangannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Sifat, nama dan <em>af’al</em> secara relatif bisa dirasakan dan difahami “maknanya”, akan tetapi ‘Zat” adalah realitas mutlak, dan untuk memahami-Nya secara hakiki harus mampu memfanakan diri yaitu memahami bahwa keberadaan makhluk adalah tiada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Setelah mengetahui dan mengenal Allah secara ilmu, maka semakin mudah bagi kita untuk memulai berkomunikasi dan berjalan menuju kepada-Nya. <em>Subhanallah wa bi hamdi.</em></span></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">Disusun: Abu Raihan Al Banjari<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;">Sumber: “Berguru Kepada Allah”: Abu Sangkan (</span><span style="font-size:9pt;">Yayasan Shalat Khusyu’, </span><span style="font-size:8pt;">2003)</span></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aburaihan74.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aburaihan74.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aburaihan74.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aburaihan74.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aburaihan74.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aburaihan74.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aburaihan74.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aburaihan74.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aburaihan74.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aburaihan74.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aburaihan74.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aburaihan74.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aburaihan74.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aburaihan74.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburaihan74.wordpress.com&amp;blog=5020303&amp;post=11&amp;subd=aburaihan74&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburaihan74.wordpress.com/2009/02/20/dimanakah-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8c3fcba419b1733315cf2179628800a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aburaihan74</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Laporan Penelitian Dzikir</title>
		<link>http://aburaihan74.wordpress.com/2009/02/20/laporan-penelitian-dzikir/</link>
		<comments>http://aburaihan74.wordpress.com/2009/02/20/laporan-penelitian-dzikir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 00:05:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aburaihan74</dc:creator>
				<category><![CDATA[abu sangkan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[medis]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat khusyu']]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[crp]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[dm]]></category>
		<category><![CDATA[dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[kolesterol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburaihan74.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[PENGARUH LATIHAN PASRAH DIRI (LPD) TERHADAP KADAR CRP PADA PASIEN DM DENGAN HIPERTENSI, DISLIPIDEMIA &#38; GEJALA DEPRESI (Laporan Penelitian Januari 2008) By Abu Raihan Al Banjari Penatalaksanaan penderita Dieabetes Melllitus (DM) tipe 2 dengan komorbiditas gejala depresi masih belum optimal. Diperlukan penelitian-penelitian baru untuk mengetahui efektifitas suatu modalitas terapiterhadap DM tipe 2 dengan gejala depresi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburaihan74.wordpress.com&amp;blog=5020303&amp;post=9&amp;subd=aburaihan74&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="no-bok">PENGARUH LATIHAN PASRAH DIRI (LPD) TERHADAP KADAR CRP PADA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="no-bok">PASIEN DM DENGAN HIPERTENSI, DISLIPIDEMIA &amp; GEJALA DEPRESI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="no-bok">(Laporan Penelitian Januari 2008)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="no-bok">By Abu Raihan Al Banjari<br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="no-bok">Penatalaksanaan penderita Dieabetes Melllitus (DM) tipe 2 dengan komorbiditas gejala depresi masih belum optimal. Diperlukan penelitian-penelitian baru untuk mengetahui efektifitas suatu modalitas terapiterhadap DM tipe 2 dengan gejala depresi (Ciechanowski, 2000; Lustman <em>et al.</em>, 1998).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="no-bok">Rerata kadar glukosa darah puasa pada 44 penderita dalam penelitian ini masih cukup tinggi 157,27<span style="text-decoration:underline;">+</span>62,29 mg/dL dibandingkan nilai normal menurut Perkeni (2006) +</span>68,65 mg/dL dan kontrol 150,09<span style="text-decoration:underline;">+</span>55,90 mg/dL serta perbedaan tersebut tidak berbeda bermakna (p=0,451, 95% IK, -23,73 – 52,45). Kadar gula darah tersebut masih belum terkendali sehingga dapat meningkatkan terjadinya komplikasi. Pasien yang dapat mengontrol kadar glukosa darah ketat (baik) akan terjadi reversibilitas kelainan-kelainan yang terdapat pada pengidap DM tipe 2 (Asdie, 2000).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="no-bok">Rerata skor Beck’s Depression Index (BDI) dari 44 penderita DM dengan gejala depresi pada penelitian ini adalah 17,16<span style="text-decoration:underline;">+</span>5,53.Skor ini lebih tinggi dari kepustakaan yang menyebutkan batas <span style="text-decoration:underline;">&gt;</span>16 terdapat sekitar &gt;70% kasus dalam skrining (Lustman &amp; Clouse, 2003) dan masuk garis batas depresi yaitu <span style="text-decoration:underline;">&gt;</span>17 (Lustman <em>et al</em>., 1998). Jumlah penderita DM dengan gejala depresi pada awal penelitian ini yang memiliki skor BDI <span style="text-decoration:underline;">&gt;</span>16 terdapat 61,5%, lebih rendah dibanding kepustakaan yang menyebutkan 70% (Lustman &amp; Clouse, 2003). Pada kondisi seperti ini sebaiknya memerlukan pengobatan antidepresi (Lustman &amp; Clouse, 2003). Stresor akibat penyakit kronik ini merupakan tantangan terhadap kemampuanpasienuntuk tetap mempertahankan keseimbangan emosi dan kepuasan diri. Gangguan pada keseimbangan ini menyebabkan stres maupun gejala depresi (Bisschop <em>et al</em>., 2003), penelitian pasien-pasien kronik seperti diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, kanker dan arthritis menunjukkan peningkatan gejala depresi dan mempunyai pengaruh lebih kuat terhadap kesehatan mental di banding penyakit lain. Kondisi depresi ini dapat berhubungan dengan penyakitnya sendiri yaitu DM. Adanya depresi pada diabetes melitus harus dicurigai bila kadar guladarah selalu tidak terkontrol meski sudah diberikan terapi yang memadai (Mudjaddid, 2004). Penelitian Cannon yang dikutip oleh Mudjaddid (2004) menunjukkan stres emosional dapat meningkatkan gula darah dan glukosuria melalui peningkatan stimulus simpatoadrenal. Stres akut pada populasi umum akan meningkatkan denyut jantung, respon kulit, vasokonstriksi pembuluh darah dan meningkatkan aktivitas otot skeletal. Stres juga dapat meningkatkan produksi hormon hipofisis, katekolamin, kortikosteroid dan menekan pelepasan insulin, sehingga terjadi peningkatan glukosa darah. Chrousos (1997) mengajukan hipotesis akibat stres kronik akan mengaktifkan sistem stres sehingga terbentuk glukokortikoid yang akan meningkatkan lemak viseral akibat efek antagonisnya menekan hormon pertumbuhan dan gonada untuk lipolisis. </span><span lang="sv">Keadaan ini ditemukan pada pasien depresi, ansietas kronik dan sindroma metabolik (obesitas viseral, resistensi insulin, hipertensi dan dislipidemia). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="sv">Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rerata gula darah puasa di atas normal dan skor BDI juga tinggi. Penelitian terkontrol menunjukkan gejala depresi berhubungan bermakna dengan komplikasi DM (De Groot <em>et al</em>., 2001). Komordibitas DM tipe 2 dengan gangguan psikiatrik mempunyai hubungan timbal balikyang saling memberatkan dan menghalangi keberhasilan dalam penangananpenderita (Mudjaddid, 2004; Hermanns <em>et al</em>., 2003). Komorbiditaspenyakit ini memperburuk kontrol glukosa darah, meningkatkan terjadinya komplikasi terutama kardiovaskular dan retinopati, mengurangi kepatuhan berobat serta memperburuk kualitas hidup (Lustman <em>et al</em>., 1998). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="sv">Penelitian prospektif <em>(The atherosclerosis risk in communities study)</em> membuktikan gejala depresi menjadi faktor risiko independenterhadap kejadian DM tipe 2dan mempercepat terjadinya komplikasipada penderita DM tipe 1 dan tipe 2, terutama penyakit jantung koroner (Lustman &amp; Clouse, 2004; Golden <em>et al</em>., 2004). </span><span lang="da">Depresi sendiri diketahui menjadi faktor risiko independen terhadap kejadian DM (Mudjaddid, 2004).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="da">Bukti lain hasil meta analisis terhadap 39 penelitian pada penderita diabetes,didapatkan diagnosis depresi mayor berdasar wawancara terstruktur oleh psikiater sebesar 11% dan 31% berdasarkan skala peringkat depresi (Lustman <em>et al</em>., 2000). Larijani<em>et al</em>., (2004) mendapatkan komorbiditas gejala depresi dan diabetes sebesar 41,9% di klinik diabetes, RS dr. Shariati, Teheran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="da">Pada penelitian ini dari karakteristik data dasar didapatkan kadar hsCRP pada penderita DM tipe 2 dengan gejala depresi mengalami peningkatan pada kelompok perlakuan rerata 0,45<span style="text-decoration:underline;">+</span>0,38 mg/dL, median 0,36 (0,05-1,37) dan kelompokkontrol rerata 0,63<span style="text-decoration:underline;">+</span>0,89 mg/dL, median0,28 (0,06-3,19) (<em>p=</em>0,944). Kadar ini jauh lebih tinggi dari kadar sukarelawan sehat yaitu 0,8 mg/L (0,08 mg/dL). Hasil ini mirip dengan penelitian yang dilakukan Marfella <em>et al</em>. (2003), menyatakan tingginya kadar CRP pada kelompok pasien yang terjadi infark miokard akut dengan hiperglikemia. Pada pasien DM dengan depresi juga terjadi peningkatan respon inflamasi seperti IL-6, TNF-</span><span lang="sv">α</span><span lang="da"> dan sitokin lainya (Lustman &amp; Clouse, 2004). Respon inflamasi yang meningkat ini merupakan bentuk kronik dari penyakit yang diderita. Salah satu petanda respon inflamasi adalah CRP. Pada penelitian ini membuktikan pasien DM sering terjadi inflamasi kronik yang terlihat dari kadar hsCRP yang meningkat. Penderita depresi cenderung disertai kadar CRP lebih tinggi serta kadar glukosa darah yang tinggi (Marfella <em>et al</em>., 2003).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="da">Peningkatan kadar CRP juga merupakan prediktor independen terjadinya DM pada populasi umum Jepang (Doi <em>et al.,</em> 2005) dan Amerika keturunan Jepang (Nakanishi <em>et al</em>., 2003). Pemberian obat anti inflamasi non steroid dapat menurunkan kadar gula darah. Pada model binatang, pemberian aspirin menurunkan gula puasa, trigliserida, FFA (<em>free fatty acid</em>) dan kadar insulin tanpa terjadi penurunan berat badan serta menunjukkan efek sensitisasi insulin secara langsung (Yuan <em>et al</em>., 2001). Hal ini menunjukkan pemberian obat anti inflamasi non steroid tersebut secara langsung menurunkan reaksi inflamasi yang juga menurunkan penanda inflamasi yaitu CRP. Berbeda dengan penelitian lainnya, Kriketos <em>et al</em>., (2004) menyatakan tidak ada hubungan keadaan resistensi insulin dengan perubahan penanda inflamasi atau protein komplemen pada pasien risiko tinggi DM tipe 2, tapi terdapat hubungan yang kuat antara CRP dan massa lemak dan subyek adalah penderita DM tipe 2 yang terjadi resistensi insulin masih awal dan tidak obeis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="da">Hasil kepatuhan terhadap LPD seluruh subyek penelitian melakukan frekuensi latihan lebih dari 80%,denganrata rata40kalilatihan dari42 kalilatihan yangdirencanakan (95%).Nilai kepatuhan sebesar ≥80 dianggap memenuhi kriteria <em>compliance</em> penelitian. <span style="color:#000000;">Pada penelitian ini akan menunjukkan metode Latihan Pasrah Diri (LPD), yang merupakan teknik kombinasi antara relaksasi jiwa dan raga dengan fokus pada pernafasan dan dzikir <em>(repetitive prayer and mental imagery), </em>sehingga tercapai kondisi relaksasi jiwa dan raga secara fisiologis. Hal ini akan berpengaruh terhadap perbaikan mental sehingga kontrol gula darah dan kondisi metabolisme yang lain diharapkan membaik. Pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan gejala depresi yang menjadi subyek penelitian ini diharapkan terjadi perubahan secara psikis dengan LPD akan memperbaiki kontrol gula darah sehingga respon inflamasi kronik juga membaik.. </span></span><span style="color:#000000;">LPD ini dilakuan 2 kali selama 21 hari, karena dalam 21 hari kondisi metabolisme tubuh sudah dalam keadaan stabil (Asdie, 2005).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="sv">Pengaruh LPD terhadap perubahan kadar hsCRP pada penelitian ini tampak penurunan pada kelompok perlakuan (LPD) rerata 0,45<span style="text-decoration:underline;">+</span>0,38 mg/dL (median 0,36, rentang 0,05-1,37) menjadi rerata0,31<span style="text-decoration:underline;">+</span>0,23 mg/dL (median 0,20, rentang 0,09-0,81). Kelompok kontrol juga terjadi penurunan rerata 0,63<span style="text-decoration:underline;">+</span>0,89 mg/dL (median 0,28, rentang 0,06-3,19) menjadirerata0,55<span style="text-decoration:underline;">+</span>0,73 mg/dL (median 0,36, rentang 0,05-3,27). Rerata selisih awal dan akhir penelitian pada kelompok LPD adalah 0,14+0,27 mg/dL (median 0,05, rentang -0,18-0,93) dan kontrol 0,10+0,85 mg/dL (median 0,01, rentang -1,94-2,82). Secara statistik tidak terdapat perbedaan bermakna rerata hsCRP pada awal penelitian (p=0,944), akhir penelitian (p=0,307) dan selisihnya (p=0,343) antara kelompok LPD dan kontrol. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="no-bok">Pengaruh LPD terhadap purunan kadar hsCRP ini tidak bermakna secara statistik menggunakan <em>Mann Whitney U test</em> (p=0,259). Secara kepustakaan kemaknaan perbedaan rerata kadar CRP yang bermakna adalah sebesar 0,27 mg/dL (Vernaglione <em>et al</em>., 2004). Jadi pada penelitian ini pengaruh LPD terhadap kadar hsCRP adalah penurunan sebesar 0,14 mg/dL tapi karena belum mencapai nilai tersebut seperti kepustakaan, tidak bermakna secara statistik. Sedangkan pada kelompok kontrol juga terjadi penurunan kadar hsCRP sebesar 0,10 mg/dL, secara statistik juga tidak bermakna. Penurunan yang terjadi pada kelompok LPD lebih besar dibanding kontrol meski tidak berbeda bermakna, mungkin terdapat pengaruh dari LPD. Kondisi yang mempengaruhi kadar hsCRP cukup kompleks sehingga penurunan yang diharapkan karena pengaruh LPD belum terlihat pada penelitian ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="no-bok">Saat ini belum ada kesepakatan nilai normal kadar CRP dalam darah. Beberapa literatur menyebutkan kadar CRP pada relawan sehat sebesar 0,8 mg/L (0,08 mg/dL) dan lainnya menyebutkan et al., 1994). Kelompok LPD yang kadar hsCRP &gt;</span>0,3 mg/dL sebanyak 10 orang (45,5%), sedangkan kelompok kontrol kadar &gt;0,3 mg/dL adalah 12 orang (54,5%). Proporsi ini tidak berbeda bermakna secara statistik menggunakan <em>chi-square test</em> (p=0,763).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="no-bok">Hasil pemeriksaan sebelum perlakuan tidak terdapat perbedaan bermakna rerata skor BDI (<em>Beck Depression Inventory</em>). Hasil analisis terdapat perbedaan bermakna rerata skor BDI pada akhir perlakuan antara kedua kelompok (p=0,001, 95% IK, -9,61 – -2,73). Skor depresi (BDI) didapatkan perubahan skor depresi (BDI) tampak pada kelompok perlakuan (LPD) dari 17 menjadi 10, terdapat penurunan bermakna (p=0,000), dibandingkan kontrol dari 18 menjadi 15, tidak tampak penurunan bermakna (p=0,267). Perbandingan beda median skor BDI antara kedua kelompok berbeda bermakna (p=</span><span lang="sv">0,010).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="sv">Hasil ini menunjukkan pengaruh yang sangat besar dengan perlakuan LPD terhadap penurunan gejala depresi yang diketahui dengan penurunan yang sangat bermakna skor BDI. Penurunan yang tejadi sampai mencapai skor normal yaitu di bawah 11 dengan interpretasi </span><span lang="no-bok">naik turunnya perasaan tergolong wajar (Lustman et al., 1998). Latihan Pasrah Diri merupakan salah satu bentuk terapi relaksasi yang menggabungkan antara olah nafas dan zikir (ingat kepada Sang Pencipta) sehingga salah satu bentuk kepasrahan total kepada-Nya (Asdie, 2005). Terapi ini berpengaruh terhadap kondisi psikologis yang terbukti mampu menurunkan skor BDI penderita DM pada penelitian ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="no-bok">R</span>elaksasi menurut <em>the International Institute of Health</em> (NIH, 1992),merupakan bagian dari <em>Complementary and AlternativeMedicine</em> (CAM), termasuk bidang <em>mind and body intervention</em>. Terapi relaksasi menggunakan keterpaduan dan hubungan(<em>interconnectedness)</em> tubuh dan jiwa(<em>mind and body</em>) untuk perbaikan kesehatan (Steyer, 2001). Terapi LPD juga menggunakan keterpaduan dan hubungan(<em>interconnectedness)</em> tubuh dan jiwa(<em>mind and body</em>) dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan Sang Pencipta mencapai kepasrahan total dan berzikir yaitu berdoa. Terapi LPD dapat membangkitkan <em>relaxation response</em> (RR). Terdapat beberapa tehnik untuk membangkitkan RR seperti <em>repetitive imagination</em> or <em>verbalization ofword</em>, berdoa <em>(prayer)</em>, <em>progressive music relaxation</em>, <em>meditation </em>dan metode lain. Respon relaksasi ini merupakan mekanismerespon yang protektif terhadap otak (Esch <em>et al</em>., 2004a). Terapi LPD hampir mencakup semua teknik tersebut. Dengan menggunakan <em>functional magnetic resonance imaging</em> (fMRI) dapat diketahui kondisi area RR di otak. Saat meditasi (relaksasi) terjadi aktivasi area RR seperti <em>Amygdala, hyppocampal formation</em> dan <em>anterior cingulated</em> (Esch <em>et al.</em>, 2004b).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Efek lain yang dipengaruhi oleh CAM dalam hal ini terapi LPD adalah pacuan sinyal molekul. Molekul-molekul seperti <em>nitric oxide</em>, <em>endocannabinoids</em>, endorphin atau enkephalin berperan pada respon plasebo, fasilitasi efek positif CAM, perasaan nyaman dan relaksasi serta mempunyai kapasitasi antagonis terhadap stres, yang merupakan mekanisme objektif dan subjektif beberapa pendekatan terapi komplemen (Esch <em>et al</em>., 2004). Efek dari RR dan sinyal molekul tersebut yang menyebabkan ketenangan jiwa pada kelompok LPD. Selain itu jalur lainnya adalah akibat terapi LPD yang menyebabkan relaksasi diharapkan dapat mengaktifasi stuktur otak seperti lobus frontal dan area limbik, menunjukkan peran penting emosi <em>(affect)</em> dan keyakinan (<em>belief</em>), juga akan meningkatkan sistem imun dan menurunkan kadar kortisol. Diharapkan terapi LPD sebagai bentuk CAM juga menjadi bagian dari <em>regular</em> dan <em>scientific medicine</em> (Stefano <em>et al</em>., 2004).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="no-bok">Penelitian Sholeh (2006) yang menunjukkan pengaruh shalat tahajud terhadap meningkatnya sistem imun dan penurunan kadar kortisol juga melalui mekanisme seperti ini. Kelebihan pada terapi LPD dan shalat tahajud adalah bentuk kepasrahan seorang hamba kepada Tuhannya yaitu Allah Sang Penyembuh. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="no-bok">Rudiansyah juga menyebutkan bahwa orang yang melaksanakan shalat khusyu’ membuat seseorang benar-benar pasrah kepada Allah, bisa menjadi terapi atau penyembuh, penawar bahkan obat bagi beberapa penyakit, seperti menurunkan tekanan darah tinggi (Republika, 2007). K<span style="color:#000000;">ondisi secara umum yang diharapkan adalah tercapainya relaksasi. Dengan melakukan shalat khusyu’ yang merupakan meditasi tertinggi dalam Islam, akan memacu neurotransmiter di otak, mengeluarkan opiat endogen yaitu endorfin dan enkefalin yang akan menimbulkan rasa senang, bahagia, euforia dan enak, sehingga dapat memperbaiki kondisi tubuh dengan respon relaksasinya (Sangkan, 2004). Kondisi ini juga melalui jalur RR dan sinyal molekul.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="no-bok">Umpan balik glukokortikoid di otak tergantung pada 2 reseptor yang terbatas hanya di sistem limbik yaitu reseptor tipe 1 (reseptor mineralokortikoid = MR) dan tipe 2 (<em>Glucorticoid receptor</em> = GR). Pada saat stres kadar kortikosteroid dapat mencapai 100 kali lipat, dan menyebabkan abnormalitas pada reseptor glukokortikoid (GR), reseptorserotonin dan norepirefrin. Akibat dari ini adalah gangguan pada sistem limbikyang mengontrol mood dan emosi. Perubahan fisiologis yang terjadi, adalah seperti peningkatan denyut jantung, tekanan darah dan gejala <em>behavior</em> pada depresi seperti gangguan tidur, nafsu makan, penurunan libido dan perubahan psikomotor (Arborelius <em>et al</em>., 1999; Esch <em>et al.</em>, 2004).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="no-bok">Salah satu pengaruh terapi LPD dalam penelitian ini yang dapat dilihat dalam hubungannya memperbaiki gangguan psikologis (sistem limbik) adalah penurunan denyut nadi yang bermakna antara sebelum dan sesudah perlakuan sebesar 6 kali/menit (p=0,019, 95% IK 1,11 – 11,62). Tercapainya kondisi relaksasi dapat diketahui dengan penurunan denyut nadi sebesar 2-4 kali/menit. Pada orang yang depresi kadang terjadi peningkatan denyut jantung yang berpengaruh dengan denyut nadi. Pada penelitian ini terjadi penurunan denyut nadi sebesar 6 kali/menit karena pengaruh LPD yang melebihi batas pencapaian kondisi relaksasi yang hanya 2-4 kali/menit. Penurunan ini bermakna lebih rendah pada kelompok LPD dibandingkan kontrol. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="no-bok">Sistem limbik pada susunan saraf pusat selain sebagai pusat emosi dan pengaturan sistem otonom. Bersama-sama dengan hipotalamus, sistem limbik mempunyai hubungan dengan emosi kemarahan, kecemasan dan bentuk lain emosi (Hamzah &amp; Hanum, 2006). Dalam menghadapi kondisi seperti ini yang merupakan suatu bentuk stress perlu menentukan sifat, intensitas, lama stressor, presepsi, penilaian dan efektivitas <em>coping</em> yang dimiliki individu. <em>Coping mechanism</em> adalah suatu mekanisme untuk mengatasi perubahan yang dihadapi atau beban yang diterima. Apabila berhasil, beban yang berat akan jadi ringan. Kemampuan<em> coping mechanism </em>seseorang tergantung dari temperamen individu dan persepsi serta kognisi terhadap <em>stressor</em> yang diterima (Sholeh, 2006). Terapi LPD yang mampu mempengaruhi sistem limbik juga akan mempengaruhi kemapuan <em>coping mechanism </em>sehingga menimbulkan ketenangan. Kondisi stres yang sampai jatuh pada depresi merupakan ketidakmampuan seseorang terhadap <em>coping mechanism </em>ini. Terapi LPD terbukti mampu meningkatkan kemapuan <em>coping mechanism</em> ini dengan turunnya skor BDI menjadi kembali normal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="no-bok">Terbentuknya mekanisme <em>coping</em> bisa diperoleh melalui proses belajar dalam pengertian luas dan relaksasi. Apabila individumempunyai mekanisme coping yang efektif dalam menghadapi <em>stressor, stressor</em> tidak akan menimbulkan <em>stress</em> yang berakibat kesakitan (<em>disease</em>), tetapi sebaliknya, <em>stressor</em> justru menjadi stimulan yang mendatangkan <em>wellness</em> dan prestasi (Sholeh,2006).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="no-bok">Chrousos (1997) mengajukan hipotesis akibat stres kronik akanmengaktifkan sistem stres sehingga terbentuk glukokortikoid yang akan meningkatkan lemak viseral akibat efek antagonisnya menekan hormon pertumbuhan dan gonad untuk lipolisis. </span><span lang="sv">Keadaan ini ditemukan pada pasien depresi, ansietas kronik, dan sindroma metabolik (obesitas viseral, resistensi insulin, hipertensi dan dislipidemia).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="sv">Penelitian ini menunjukkan LPD merupakan teknik kombinasi relaksasi dan dzikir <em>(repetitive prayer and mental imagery) </em>untuk memperoleh kondisi relaks dari badan dan jiwa bepengaruh terhadap gejala depresi yang dialami penderita diabetes melitus tipe 2 dengan gejala depresi. Bisa melalui jalur mod, motivasi menjadilebih <em>care </em>terhadap diri sendiri atau tercapainya relaksasi sehingga jalur HPA aksis menjadi seimbang sehingga memperbaiki nafsu makan dan jalur hormonal lainnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="sv">Pada penelitian ini 3 dari 22 subyek penelitian di kelompok LPD yang mengalami <em>adverse events</em>, yaitu <em>autogenic discharge</em>(<em>anxiety</em>,<em>dyspneu</em>, palpitasi,nyeri, dan meningkatnya tekanan darah) (17,8%). Kejadian ini terjadi pada awal latihan sebelum subyekmemasukifaseperlakuan. Menurut Zalaquett &amp; McGraw (2000), <em>autogenic discharge</em> merupakan kejadian fisik ataupun emosi seperti kecemasan, palpitasi, nyeri, yang berhubungan dengan latihan relaksasi. Survei terhadap 116 ahli psikologi yang menggunakan teknik relaksasi dalam praktek mereka juga didapatkan laporan adanya adverse events berupa <em>intrussive thoughts</em>, <em>fear of losing control,</em> <em>muscle cramps </em>dan<em> spasms.</em> <em>Adverse events</em> bisa muncul akibat persiapan proses yang belum memadai (Zalaquett &amp; McGraw, 2000).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="sv">Terapi LPD merupakan terapi baru yang diujicobakan jadi merupakan novel terapi pada penderita DM tipe 2 dengan depresi dengan titik tangkap pendekatan psikoterapi. Kelebihan terapi LPD dibandingkan psikoterapi lainnya adalah pendekatan spirituil dan religi yaitu langsung meminta kesembuhan kepada Allah SWT. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="sv">Latihan Pasrah diri (LPD) yang dikembangkan oleh Asdie (2005) merupakan gabungan latihan pernafasan dan zikir yang hampir meyerupai meditasi atau yoga. Perbedaan letaknya ada pada zikir dan totalitas kepasrahan yang khusus ditujukan kepada Allah. Tujuan utama dalam LPD adalah keikhlasan menerima sakit yang diderita yang akan meningkatkan energi dalam tubuh yang tidak terlihat. Ikhlas merupakan bentuk penyerahan manusia kepada Allah setelah melakukan ikhtiar dan sebagai keterampilan yang lebih bercirikan <em>silent operation</em> pikiran dan perasaan yang tak tampak tapi sangat berkekuatan besar (Sentanu, 2007). Kadang hampir mirip dengan <em>law of attraction</em> (LOA) menurut Byrne Rhonda dengan “<em>The Secret</em>” nya, Danah Zohar dan Michael Lossier (“<em>Law of Attraction</em>”) serta Erbe Sentanu (“<em>Quantum Ikhlas</em>”). Pada LOA (pengertiannya yaitu “<em>you attract to your life whatever you give your attention, focus and energy to, whatever wanted or unwanted</em>”) lebih fokus pada vibrasi atau getaran alam sekitar yang mempunyai daya tarik menarik dan doa merupakan energi dengan vibrasi yang sangat kuat. Perbedaan utama pada LPD adalah adanya ketundukan kepada Sang Maha Kuasa, Maha Besar, Maha Luas, Maha Tinggi, Maha Berkehendak dan Maha yang lainnya yaitu Allah. Inilah bedanya dengan terapi relaksasi lainnya seperti reiki yang dikembangkan oleh Tjiptadinata Effendi, yaitu penyembuhan menggunakan energi alam dengan bentuk kepasrahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa (Effendi, 2004). Respon yang diharapkan pada latihan ini adalah respon relaksasi dan perbaikan kondisi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="sv">Secara umum tampak mirip terapi LPD dengan terapi relaksasi lainnya, tapi justru pendekatan Allah SWT yang membedakannya. Perbedaan pada LPD adalah adanya zikir yang tetap bertujuan lebih mendekatkan diri lagi kepada yang Maha Dekat seperti firman Allah QS. Al Qaaf, 16: “…<em>Allah lebih dekat dari urat leher</em>” dan Maha Meliputi QS. Al Israa’, 60: “…<em>sesungguhnya Tuhanmu meliputi segala manusia</em>”. Pada ayat-ayat tersebut menunjukkan betapa Allah sangat dekat, sehingga pasti apa yang menjadi doa dalam zikir kita pasti didengar oleh Sang Maha Mendengar (Sangkan, 2006). Zikir pada LPD suatu bentuk agar tetap mengingat Allah seperti firman-Nya QS. An Nisaa’, 103: “…<em>ingatlah, sadar penuhlah kepada Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring</em>…” dan QS. Al Baqarah, 152: “<em>Karena itu, ingat, sadar penuhlah kamu kepada-Ku niscaya Aku akan ingat, sadar penuh pula kepadamu</em>…” serta pasrah seperti QS. Al Anfal, 2: “<em>Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal (pasrah)</em>”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="sv">Perbedaan relaksasi dengan zikir dan tanpa zikir pernah dibuktikan oleh Mustofa (2006). Mustofa (2006) membuktikan orang yang menyatakan sudah relaksasi, pasrah, tenang, tidut dan meditasi tapi tanpa zikir, ternyata berbeda dengan yang berzikir melalui foto aura. Foto aura orang yang berzikir cenderung ke arah putih dibanding yang tanpa zikir hanya sampai ungu bahkan merah. Warna ungu merupakan kondisi orang serileks mungkin seperti tidur. Warna putih merupakan bukan warna di atas ungu tapi menggambarkan keselarasan karena penggabungan semua warna seperti prisma yang hanya tampak pada orang-orang tertentu yaitu yang banyak berzikir dan pasrah kepada Allah. Merekalah orang-orang yang khusyu’. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="sv">Terapi yang mirip sekali adalah yang pernah diteliti oleh Sholeh (2006) yaitu terapi shalat tahajud.Penelitian disertasinya yang berjudul “Pengaruh shalat tahajud terhadap peningkatan respon ketahanan tubuh imunologik, suatu pendekatan psikoneuroimunologi”. Shalat tahajud adalah shalat sunah yang dilakukan pada malam hari setelah bangun dari tidur dan waktunya setelah shalat Isya’ sampai menjelang waktu shalat subuh. Sholeh (2006) menyatakan bahwa ketenangan dapat meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan meningkatkan harapan hidup. Sebaliknya stres dapat menyebabkan rentan terhadap infeksi, mempercepat perkembangan sel kanker dan meningkatkan metastasis. Terapi shalat tahajud berpengaruh terhadap peningkatan perubahan respon ketahanan tubuh imunologik yaitu mampu menurunkan sekresi hormon kortisol. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="sv">Kortisol dapat mempengaruhi kadar gula melalui peningkatan sintesis glukosa hati dan juga mengurangi konsentrasi limfosit, monosit dan eosinofil dalam sirkulasi serta mengurangi pergerakan polimorfonuklear (PMN). Sehingga pada kondisi seseorang yang kelebihan kortisol dapat memudahkan mendapat infeksi karena penekanan sistem imunologik (Gani, 1995 <em>sit.</em> Sholeh, 2006). Salah satu penanda infeksi atau reaksi inflamasi adalah CRP. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="sv">Dalam penelitian ini walaupun tampak tercapai kondisi relaksasi dengan terdapat penurunan bermakna skor BDI sebagai parameter depresi dan denyut nadi sebagai pencapaian respon relaksasi, tapi belum ada penurunan bermakna kadar hsCRP pada penderita DM tipe 2 dengan gejala depresi. Hal yang mempengaruhi mungkin karena adanya keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian ini. Beberapa keterbatasan penelitian ini adalah jumlah sampel penelitian yang tidak sesuai (penentuan besar sampel menggunakan efek atorvastatin), stresor yang mempengaruhi gejala depresi (psikis, fisik ataupun sosial) pada penelitian ini tidak diketahui. Begitu pula perubahan-perubahan kondisi inflamasi tidak dicatat selama kurun waktu penelitian untuk dilihat pengaruhnya terhadap hsCRP selama penelitian.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aburaihan74.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aburaihan74.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aburaihan74.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aburaihan74.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aburaihan74.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aburaihan74.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aburaihan74.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aburaihan74.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aburaihan74.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aburaihan74.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aburaihan74.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aburaihan74.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aburaihan74.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aburaihan74.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburaihan74.wordpress.com&amp;blog=5020303&amp;post=9&amp;subd=aburaihan74&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburaihan74.wordpress.com/2009/02/20/laporan-penelitian-dzikir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8c3fcba419b1733315cf2179628800a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aburaihan74</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ASSALAMU&#8217;ALAIKUM</title>
		<link>http://aburaihan74.wordpress.com/2008/09/29/hello-world/</link>
		<comments>http://aburaihan74.wordpress.com/2008/09/29/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 22:09:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aburaihan74</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah telah dilakukan penelitian pengaruh shalat khusyu&#8217; Ust Abu Sangkan di Puskesmas Alalak Tengah, Banjarmasin, Kal-Sel, dengan 30 subyek penelitian hipertensi, terdiri 15 dengan perlakuan dan 15 kontrol tanpa perlakuan, semuanya tetap mendapat terapi kaptopril..<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburaihan74.wordpress.com&amp;blog=5020303&amp;post=1&amp;subd=aburaihan74&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah telah dilakukan penelitian pengaruh shalat khusyu&#8217; Ust Abu Sangkan di Puskesmas Alalak Tengah, Banjarmasin, Kal-Sel, dengan 30 subyek penelitian hipertensi, terdiri 15 dengan perlakuan dan 15 kontrol tanpa perlakuan, semuanya tetap mendapat terapi kaptopril..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aburaihan74.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aburaihan74.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aburaihan74.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aburaihan74.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aburaihan74.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aburaihan74.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aburaihan74.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aburaihan74.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aburaihan74.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aburaihan74.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aburaihan74.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aburaihan74.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aburaihan74.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aburaihan74.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburaihan74.wordpress.com&amp;blog=5020303&amp;post=1&amp;subd=aburaihan74&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburaihan74.wordpress.com/2008/09/29/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8c3fcba419b1733315cf2179628800a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aburaihan74</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
